Lelaki itupun melangkah mendekati wanita tadi, ia menggapai
tangan wanita itu. Wanita itupun mengerti maksud lelaki tersebut, ia pun turun
dari pagar. Ekspresi wajahnya sedikit malu. Lelaki itupun menyodorkan selembar
tissue. Wanita itu menyambutnya dan menghapus air mata dipinggir matanya.
“cowok
gue meninggal, sakit leukimia... “ wanita itu mulai bercerita. “gue merasa
kehilangan banget, gue nggak bisa hidup tanpa dia, rasanya gue pengen nyusul
dia. Gue sayang banget sama dia...” tangisnya menjadi. “hikss hikss ... tiap
malam gue selalu bayangin tentang dia, sudah dua tahun dia pergi ninggalin gue
tapi sampai saat ini gue nggak pernah bisa ngelupain dia. Cuma dia yg bisa
ngertiin gue, yg sayang sama gue, yang selalu ada buat gue, yg selalu bikin gue
tersenyum. Gue mau mati aja.” Tangisnya dalam.
Lelaki
itu hanya terpaku mendengar cerita dari wanita itu.
“Mendiang
cowok gue namanya Ardi.” Wanita itu memejamkan mata, mencoba menenangkan diri
namun tak bisa. Gelisah hatinya tampak jelas. “Dia janji nggak akan pernah
ninggalin gue tapi ternyata dia bohong, dia ninggalin gue.” Air matanya jatuh
lagi. “Tiap gue tidur, gue selalu berharap saat gue bangun ada dia di samping
gue. Gue pengen banget ketemu dia, gue kangen lu, Di...”air matanya tumpah tak
terbentung. Jelas begitu dalam kehilangan yang ia rasakan.
“Gue
pengan mati ajaaaa ... “ lanjutnya lagi.
Lelaki
itu hanya diam saja. Suasana hening.
“Gue
juga pernah ngalamin hal serupa kayak yang lu alamin saat ini. Tunangan gue
meninggal dalam kecelakaan mobil. Itu terjadi di hari pertunangan kami. Memang
berat banget rasanya kehilangan orang yang kita sayang. Rasanya dunia ini tak
adil, berat banget untuk mengikhlasinnya. Tapi gue percaya kok kalo Tuhan pasti
punya maksud lain. Gue yakin cowok lu di sana pasti akan sedih ngeliat lu kayak
gini, begitupun tunangan gue. Mereka pasti sedih ngeliat kita putus asa. Apapun
yang terjadi hidup harus tetap berjalan dan gue percaya kalo yang hilang dari
hidup kita, akan digantikan dalam bentuk yang lain. Sama halnya gue percaya
kalo suatu saat nanti, akan ada pengganti tunangan gue yang Tuhan kirimkan
dengan cara yang sangat spesial khusus buat gue, buat lu juga. “
“yang
hilang dari hidup kita akan digantikan dalam bentuk yang lain ?”
“Iya.
Jadi kalo lu beneran sayang sama cowok lu, lu harus tunjukin ke dia bahwa
senyuman lu, keceriaan lu, kebahagianlu, bahkan hidup lu di dunia ini lu
persembahkan buat dia.”
‘jadi
menurut lu gue harus belajar membuka hati buat orang lain ?”
“Iyap.”
Jawab lelaki itu dengan senyuman. “eh lu mau siomay nggak ? gue mau cabut nih,
udah sore. Gue belum mandi dari td pagi soalnya. Hahahaa “
“Hahaha
... pantas aja bau.” Kata wanita itu sambil menutup hidungnya.
“ah
rese’ lu .. “ balas lelaki itu sambil mengusap-usap rambut wanita berbaju hijau
itu. “ya udah, gue cabut ya.. “ lanjutnya lagi sebelum melangkah pergi.
“hei.”
Panggil wanita itu. Lelaki itupun menoleh. “nama lu siapa tadi ?” lanjutnya.
“nama
gue Anto.”
“To’,
hmm... makasih yah.”
Lelaki
itupun mengacungkan jempolnya sambil tersenyum. kemudian melangkah pergi, dan
berbalik lagi kemudian bertanya, “Bunuh dirinya jadi?”
“Apaan
sih lu .. hahahhaha “
“hahahaa
...”
Mereka
berduapun tertawa. Kemudian saling menatap dan tersenyum. Tak lama kemudian
lelaki itupun pamit dan pergi meninggalkan wanita berbaju hijau itu. Langit
sorepun mulai memerah. Matahari tak lama lagi akan tenggelam. Wanita berbaju
hijau itupun tersenyum menatap kearah langit. Entah apa yang dia pikirkan. Yang jelas rencana bunuh dirinya tidak jadi dan mungkin tidak akan pernah jadi.
No comments:
Post a Comment