Tuesday, May 14, 2013

Wanita berbaju Hijau ( Part II END )


Lelaki itupun melangkah mendekati wanita tadi, ia menggapai tangan wanita itu. Wanita itupun mengerti maksud lelaki tersebut, ia pun turun dari pagar. Ekspresi wajahnya sedikit malu. Lelaki itupun menyodorkan selembar tissue. Wanita itu menyambutnya dan menghapus air mata dipinggir matanya.
                “cowok gue meninggal, sakit leukimia... “ wanita itu mulai bercerita. “gue merasa kehilangan banget, gue nggak bisa hidup tanpa dia, rasanya gue pengen nyusul dia. Gue sayang banget sama dia...” tangisnya menjadi. “hikss hikss ... tiap malam gue selalu bayangin tentang dia, sudah dua tahun dia pergi ninggalin gue tapi sampai saat ini gue nggak pernah bisa ngelupain dia. Cuma dia yg bisa ngertiin gue, yg sayang sama gue, yang selalu ada buat gue, yg selalu bikin gue tersenyum. Gue mau mati aja.” Tangisnya dalam.
                Lelaki itu hanya terpaku mendengar cerita dari wanita itu.
                “Mendiang cowok gue namanya Ardi.” Wanita itu memejamkan mata, mencoba menenangkan diri namun tak bisa. Gelisah hatinya tampak jelas. “Dia janji nggak akan pernah ninggalin gue tapi ternyata dia bohong, dia ninggalin gue.” Air matanya jatuh lagi. “Tiap gue tidur, gue selalu berharap saat gue bangun ada dia di samping gue. Gue pengen banget ketemu dia, gue kangen lu, Di...”air matanya tumpah tak terbentung. Jelas begitu dalam kehilangan yang ia rasakan.
                “Gue pengan mati ajaaaa ... “ lanjutnya lagi.
                Lelaki itu hanya diam saja. Suasana hening.
                “Gue juga pernah ngalamin hal serupa kayak yang lu alamin saat ini. Tunangan gue meninggal dalam kecelakaan mobil. Itu terjadi di hari pertunangan kami. Memang berat banget rasanya kehilangan orang yang kita sayang. Rasanya dunia ini tak adil, berat banget untuk mengikhlasinnya. Tapi gue percaya kok kalo Tuhan pasti punya maksud lain. Gue yakin cowok lu di sana pasti akan sedih ngeliat lu kayak gini, begitupun tunangan gue. Mereka pasti sedih ngeliat kita putus asa. Apapun yang terjadi hidup harus tetap berjalan dan gue percaya kalo yang hilang dari hidup kita, akan digantikan dalam bentuk yang lain. Sama halnya gue percaya kalo suatu saat nanti, akan ada pengganti tunangan gue yang Tuhan kirimkan dengan cara yang sangat spesial khusus buat gue, buat lu juga. “
                “yang hilang dari hidup kita akan digantikan dalam bentuk yang lain ?”
                “Iya. Jadi kalo lu beneran sayang sama cowok lu, lu harus tunjukin ke dia bahwa senyuman lu, keceriaan lu, kebahagianlu, bahkan hidup lu di dunia ini lu persembahkan buat dia.”
                ‘jadi menurut lu gue harus belajar membuka hati buat orang lain ?”
                “Iyap.” Jawab lelaki itu dengan senyuman. “eh lu mau siomay nggak ? gue mau cabut nih, udah sore. Gue belum mandi dari td pagi soalnya. Hahahaa “
                “Hahaha ... pantas aja bau.” Kata wanita itu sambil menutup hidungnya.
                “ah rese’ lu .. “ balas lelaki itu sambil mengusap-usap rambut wanita berbaju hijau itu. “ya udah, gue cabut ya.. “ lanjutnya lagi sebelum melangkah pergi.
                “hei.” Panggil wanita itu. Lelaki itupun menoleh. “nama lu siapa tadi ?” lanjutnya.
                “nama gue Anto.”
                “To’, hmm... makasih yah.”
                Lelaki itupun mengacungkan jempolnya sambil tersenyum. kemudian melangkah pergi, dan berbalik lagi kemudian bertanya, “Bunuh dirinya jadi?”
                “Apaan sih lu .. hahahhaha “
                “hahahaa ...”
                Mereka berduapun tertawa. Kemudian saling menatap dan tersenyum. Tak lama kemudian lelaki itupun pamit dan pergi meninggalkan wanita berbaju hijau itu. Langit sorepun mulai memerah. Matahari tak lama lagi akan tenggelam. Wanita berbaju hijau itupun tersenyum menatap kearah langit. Entah apa yang dia pikirkan. Yang jelas rencana bunuh dirinya tidak jadi dan mungkin tidak akan pernah jadi.

END

No comments:

Post a Comment