Tuesday, May 14, 2013

Wanita Berbaju Hijau ( Part 1 )


“Hei ngapain di atas sana ?”
                “Jangan dekat-dekat, gue mau bunuh diriiii ..... “ sahut seorang wanita berbaju hijau dari atas bangunan berlantai 3 dengan nada terisak-isak.
                Lelaki tadipun tidak mengindahkan peringatan wanita berbaju hijau itu. Ia malah melangkah kedalam gedung dan berniat menghampiri wanita tadi. Tak lama kemudian lelaki itupun sudah sampai di lantai atas gedung, dan tanpa basa-basi dengan santai ia bersandar di pagar pinggir gedung tempat wanita itu berdiri sambil memandang wanita td dengan senyuman kecil dn gelengan kepala.
                “Kenapa lu kesini, gue kn udah peringatin lu, jangan deket-deket gue ?!” ucap wanita itu dengan nada tinggi namun masih terisak-isak.
                Lelaki itupun tersenyum kemudian berkata, “Lu beneran mau bunuh diri?”
                “Ya iyalah, lu pikir gue becanda” jawab wanita itu dengan tangisan rengek.
                “Emang lu gx takut ?  Gedungnya tinggi loh” kata lelaki itu sambari melihat kebawah.     
                Mendengar ucapan lelaki itu yg begitu santai wanita itupun menyeimbangkan pijakannya pada pagar beton gedung itu. Tangannya direntangkan agar seimbang. Sesekali ia melihat kebawah.  Sepertinya ia mulai merasa takut. Tekatnya yg td begitu bulatpun berubah bentuk, mungkin sekarang jadi lonjong atau persegi empat.
                “Lu kok nakutin gue” Rengek’an manja keluar dr mulutnya.
                “Hahaha .. siapa yg nakutin elu, gue kn nanya, emang lu berani ? gedungnya kn tinggi. Hahaha .... “ lelaki itupun tertawa lepas.
                “Udah deh lu pergi aja sana, lu udah ganggu acara bunuh diri gue, udah pergi sana” ucap wanita berbaju hijau dengan nada manja mengusir lelaki td.
                “hahaha iya iya gue pergi  .. “ lelaki itupun melangkah meninggalkan wanita berbaju hijau itu. Wanita itupun menoleh ke belakang memastikan bahwa lelaki itu benar akan pergi, kemudian ia memalingkan pandangannya kebawah gedung. Tinggi sekali, mungkin itu yg ada di benaknya. Iapun memejamkan mata dan mengambil nafas panjang, bersiap untuk melompat. Ia menarik nafas panjang lagi. Wanita itu berusaha menyakinkan dirinya untuk melompat. Tiba-tiba konsentrasinya buyar saat lelaki tadi yg belum jauh meninggalkannya bersuara, “hei, lu laper nggak, gue ada siomay nih?”
                “Bisa nggak sih lu nggak ganggu gue?” wanita itu terlihat kesal.
                “ya maaf deh, gue kn nawarin aja, kayaknya lu belum makan, mai siomay ? nih ?” tawar lelaki itu sambil menyodorkan bungkusan plastik hitam dari kejauhan.
                “Gue nggak suka siomay” jawab wanita itu. Ia masih kesal, terlihat dari kerutan dimatanya yg menatap tajam lelaki itu.
                “Ohh .. “ lelaki itu melangkah lagi kemudian berbalik dan bertanya, “kalo coklat mau nggak?” kali ini ia menyodorkan 2 batang coklat. Wanita itu hanya diam saja, ia menghela nafas dan menatap ke arah lelaki itu. “ya siapa tahu sebelum mati lu mau makan coklat dulu.”lanjut lelaki itu.
                “Iya deh gue mau.” Jawab wanita itu. Ekspresinya masih cemberut. Ia masih kesal karena acara bunuh dirinya tertunda.
                Lelaki itupun melangkah menghampiri wanita tadi, ia menyodorkan dua batang coklat, dan wanita itu mengambil yang salah satunya. Lelaki itupun tersenyum dan berkata, “nah gitu dong, di akherat ntar mana ada yang jualan coklat, hihihi... “
                “gx lucu !” jawab ketus wanita itu sambil membuka bungkusan coklatnya,
                “Lu mau berdiri aja disitu ? Gx mau turun lu ?”
                “Gx.” Masih cemberut, coklat itupun dilahapnya seperti anak kecil yg lagi ngambek. Tiba-tiba wanita itupun batuk, mungkin keselek coklat. Dengan cepat lelaki itu menyodorrkan minuman botol dan wanita itu menyambutnya dengan ucapan terima kasih. Namun masih cemberut dan kesal. Ia menelan beberapa teguk air kemudian melanjutkan melahap coklatnya. 
                “Oh ya nama lu siapa ?” lelaki itu mulai berani bertanya serius.
                “Untuk apa lu tahu? Penting banget ya ?” masih ketus.
                “gx penting sih, ya udah deh gue cabut ya, nih masih ada satu coklat lagi kalo lu mau.” Lelaki itupun meleyakn satu coklat lagi tepat di samping kaki wanita itu kemudian melangkah pergi meninggalkan wanita itu yg masih berdiri di pagar gedung. Wanita itupun terdiam sejenak kemudian menoleh ke belakang, ke arah lelaki itu.
                “Nama gue Ani” Ucapnya setengah berteriak.
                Lelaki itupun menghentikan langkahnya dan berbalik badan, “nama gue Anto, salam kenal aja ya.” Kemudian ia melangkah lagi menuju tangga meninggalkan wanita itu.
                “Hei!” teriak wanita itu memanggil. Lelaki itu tetap melaju. “Hei!” panggilnya lagi. Lelaki itupun menghentikan langkahnya dan membalik badan. Ia berdiri dan melihat ke arah wanita berbaju hijau itu.
                “Lu nggak nanya kenapa gue mau bunuh diri?”
                “Loh untuk apa gue tahu? Kalo mau mati ya tinggal lompat aja.” Jawabnya diiringi senyuman kecil.
                Wanita itupun terdiam, ia menoleh ke bawah gedung. Wajahnya sekarang terlihat ragu.
                “Kalo lu takut ketinggian, lu bisa kok gantung diri atau minum racun nyamuk .. hahahaa” lelaki ini masih saja bercanda.
                “Gue nggak mau hidup lagi, gue sakit hati” Air mata mulai menetes di matanya.

No comments:

Post a Comment